Thursday, February 26, 2015

Kincir angin California

Dalam suatu perjalanan dari Arizona menuju California, baik itu ke San Diego maupun Los Angeles, saya melihat sesuatu yang menakjubkan dari jauh yakni benda putih berukuran raksasa seperti kipas angin yang tampak sangat mencolok di tengah gersang dan kosongnya area gurun dekat California.

Rupanya itulah yang disebut dengan wind turbin / pembangkit listrik tenaga angin yang merupakan cara baru dan efisien untuk menghasilkan listrik. Tidak perlu fossil binatang purba yang disedot dari inti bumi, tidak perlu air, dan juga bebas polusi.

Wind Turbin di California
Wind Turbin di California
Turbin turbin ini jumlahnya ada puluhan loh tersebar di kawasan ini. Tidak heran yah di daerah ini banyak terdapat wind wheel karena terletak dekat laut dan anginnya kencang. Di sekitar area ini juga saya tak melihat ada pemukiman penduduk atau keramaian.Hebatnya satu turbin dapat mendatangkan listrik bagi 500 rumah loh. Bayangkan betapa hematnya kalau di Indonesia juga ada ginian, desa desa di pelosok pun bisa punya listrik untuk menerangi malam gulitanya. Setahu saya baru di NTT saja yang punya kincir angin beginian. Semoga makin banyak. Kan bisa jadi icon suatu daerah juga :)

Sunday, February 15, 2015

Review Hotel Amaris Jakarta

Kalau saya ke Jakarta, biasanya itu karena ada urusan atau mau transit doang. Secara belum kuat berwisata dalam kota. Nggak kuat macetnya euy! *balada gadis kampung*

Nah biasanya di Jakarta karena pastinya sudah punya kegiatan, akomodasi yang saya gunakan cuma buat bobo dan ke WC-nya aja. Jadilah demi berhemat dan efisiensi, enaknya pilih budget hotel.

Dari beberapa budget hotel yang berserakan di Jakarta, Amaris hotel jadi favorit saya.
Konsepnya minimalis dan nggak neko neko serta ramah di kantong. Meski begitu, pelayanannya tetep Ok dengan makan pagi, kolam renang mini untuk anak anak dan gratis wi-fi. Kurang apa coba?

Di jakarta sendiri saya yakin tiap daerah udah punya Amaris. Dan dalam keyakinan saya juga, mereka punya standar yang sama. Gedungnya pun mirip mirip lah. Kamarnya mungil namun cukup. Kamar mandinya shower pakai air panas. Makan paginya standar tapi yang penting ada telor ceplok segar. Lokasinya biasanya tepi jalan dan strategis. Semua muanya sesuai di kantong deh. Hanya kenapa di Hotel Amaris Jakarta nggak ada dispenser air minum kayak di Hotel Amaris Bandung - Cihampelas?

Sejauh ini ada 2 hotel amaris yang saya tiduri yaitu :

1. Amaris Juanda
Alamat : Jl. Ir.H.Juanda No. 3, Jakarta Pusat, Jakarta 10120
Telp : (021)3458733

Saya langsung suka kamar ini karena warnanya hijau. Rasanya adem deh. Yang saya ingat dari sini sangat mudah kalo mau ke Monas dan mall mall yang ada di pusat kota. Lalu kalau lapar, di samping hotel sudah ada restoran padang yang sedap! Lalu ada juga halte transjakarta di depannya. Jadinya gampang kemana mana.



2. Amaris Tendean
Alamat : Jalan Kapten P. Tendean No. 11, Mampang Prapatan, Jakarta 12710
Telp : (021) 52962228

Menginap di sini karena ada acara yang berlangsung di Pejaten Village. Nggak banyak eksplorasi daerah sekitar karena pulang hotel cuma buat bobo.





Ada yang udah nyoba hotel amaris lainnya?
Baca juga review hotel amaris bandung - cihampelas saya di sini

Thursday, February 12, 2015

Viva Vision, Pertunjukan cahaya spektakuler di Las Vegas

Las Vegas adalah salah satu kota yang mendewakan entertainment. Beragam atraksi konser dan hiburan selalu dipaket dalam kemasan yang membuat decak kagum.

Untungnya, tak semua atraksi mewah ini harus pakai dollar. Beberapa malah gratis seperti yang ada di Fremont Street, downtown Las Vegas. Fremont street adalah sebuah area entertainment yang dibuka 24 jam. Kawasan yang terdiri dari 5 blok ini padat oleh berbagai hotel, kasino, restoran, toko suvenir, tempat belanja dan berpusat pada sebuah tempat untuk melihat pertunjukan cahaya dan animasi yang disebut Viva Vision.

Viva vision merupakan layar tancap yang diklaim terbesar di dunia dengan panjang 1500 feet (457an meter) dan lebar 90feet (27an meter). Posisinya berada di langit langit gedung dengan ketinggian 90 feet dari lantai.
Berada di sini, rasanya tidak mengenal malam. Cahaya berwarna warni yang dipantulkan dari layar yang memiliki 12.5 juta LED lights ini membuat Fremont street sangat berwarna. Animasi random yang diikuti alunan musik dari 550.000 watt ini membuat saya seperti berada di konser. Bahkan, untuk mau mengobrol dengan teman pun saya harus teriak teriak ketika pertunjukan dimulai.

Viva Vision

Viva Vision

Viva Vision

Viva Vision
----------

Diperkirakan ada 17juta orang tiap tahun yang datang untuk melihat show ini. Dimulai setiap harinya sejak pukul 6 sore sampai tengah malam tiap jam, show berlangsung selama 6 menit. Jika leher capek mendongak ke atas, boleh kok sambil tiduran di lantai. Jika mau lebih menikmati lagi, tinggal pejam mata anggap saja lagi di diskotik dan mari bergoyang! 

Biar gak capek, Nonton sambil tiduran
Lihat Viva Vision di video amatir saya :

video

Tuesday, February 10, 2015

Petrified Wood, Batu Purba Arizona

Sepertinya memang betul jikalau Indonesia telah kembali ke zaman batu. Nyaris semua lelaki di kantorku sudah punya cincin batu akik di tangannya. Koleksi batu mereka pun lebih dari satu. Batu-nya bisa gonta ganti menyesuaikan warna baju. Biar matching kali yeeeee.


Saya sih nggak ngeh tentang batu batu akik ini, tapi postingan kali ini mau membahas batu lain yang berasal dari Arizona, Amerika Serikat yang bernama Petrified Wood.

Loh kok wood?kayu dong!
Eits tenang dulu. Begini penjelasannya.
Petrified wood berasal dari bahasa Yunani yang berarti kayu yang berubah menjadi batu. Sesuai artinya, dulunya petrified wood adalah bagian dari kayu / kayu itu sendiri yang jutaan tahun yang lalu terseret air dan akhirnya terkubur di dasar laut. Garam dari laut serta partikel partikel lainnya itulah yang kemudian merubah kayu tersebut menjadi batu. Warna yang dihasilkan dari batu ini juga kemudian terbentuk dari warna asli kayu tersebut yang akhirnya membuat corak khas pada batu ini.

Jika dilihat sekilas, batu ini terlihat biasa saja seperti gambar di bawah.

Petrified Wood

Namun jika berada di tangan para seniman batu akik, tentu lain ceritanya. Bisa jadi seperti ini :

Batu Cincin Petrified Wood - Sumber dari sini

Pertama kali saya mengetahui info ini ketika saya dan hostfamilyku akan pulang dari ke Arizona dari New Mexico. Salah satu jalan yang kami lewati adalah daerah suku Indian dimana mereka banyak menjual hasil kerajinan mereka di toko suvenir. Iseng iseng kami pun masuk sekalian numpang ke kamar kecil.

Dari beberapa suvenir unik yang saya temukan, banyak yang lucu lucu. Yang saya nggak ngeh kalah itu adalah batu batu ini. Rupanya jenis batu ini sangat khas dan sempat dilarang pencariannya karena merusak alam. Si pemilik toko yang melihat kami yang kepo pun mengajak kami ke belakang untuk melihat koleksi batu petrified wood yang lain. Wah ukurannya ada macam macam. Dari yang besar hingga yang kecil kecil. Satu batu kecil ini dihargai kurang dari $5 dengan ukuran setengah dari telapak tangan.

Dimana mereka menemukan petrified wood?
Ada beberapa tempat di USA dimana kita bisa menemukan batu ini. Yang paling dekat dari saya, tentunya adalah Petrified Forest National Park di Arizona. Walaupun sebutannya National park, jangan pikir anda akan dikelilingi oleh hutan rimbun. Yang akan anda temui hanyalah area kosong yang dipenuhi bebatuan keras yang tak lain adalah petrified wood itu sendiri. Namun, bagi turis dilarang untuk mengambil bebatuan dari sini karena telah dilindungi.

Apakah warna batu petrified wood hanya coklat saja?
Awalnya saya juga kira begitu. Ternyata salah. Malah ada yang berwarna pelangi atau ungu terang. Memang hal ini sering saya lihat di toko toko perhiasan di Arizona tapi nggak nyangka rupanya itu tergolong petrified wood.


Nah, jadi bagi yang minat ke Arizona, mungkin bisa mempertimbangkan beli batu sebagai oleh oleh :)

Barang gratisan yang diambil di Hotel

Menginap di hotel sewaktu jalan jalan di Indonesia masih menjadi pilihan favoritku. Yah soalnya tempatnya lebih terpercaya, aman, bagus, privasi terjaga, fasilitas lengkap sehingga tidur pun jadi nyenyak. Selain itu banyak gratisannya juga loh! Memang sih kalau dipikir pikir nggak gratis lagi karena sudah gabung dengan harga kamar. Kebiasaan saya kalau di hotel suka menggunakan beberapa barang gratis yang memang disediakan buat tamu. Bahkan kalau beneran suka dan butuh, saya suka "ngutil" juga loh. Beberapa barang hotel yang suka saya ambil adalah :

1. Sandal hotel
Sewaktu traveling biasanya alas kaki yang dibawa terbatas jumlahnya. Selain itu yang dibawa tentulah alas kaki yang bagus misal sepatu / heels sehingga kalau sudah tidak berkegiatan enaknya pake sandal hotel yang tipis ini. Nggak hanya di hotel saja, sandal ini kadang dipake hingga ke warung sebelah hotel. Sayangnya sandal ini biasanya warna putih sehingga cepat sekali kotor. Apalagi kalau kena becek, ewh langsung deh males makenya. Kira kira kalau udah dipake tamu gitu apakah pihak hotel akan membuangnya atau di  daur ulang lagi yah?


Ambil atau tidak? Aku sih jarang mengambilnya karena umurnya hanya sebentar saja kecuali emang nggak punya sandal lagi. Tapi saya yakin banyak nih yang ngambil karena saya suka liat orang yang jalan jalan pake sandal hotel hihihi

2. Pena & Notepad
Biasanya benda ini berada tepat di sebelah meja tempat tidur dan tersedia dalam satu paket pena dan notepad / note hotel. Menurut pengalaman, jarang banget sih saya pakai. Lama kelamaan fasilitas ini bakalan hilang deh kecuali di hotel *4 ke atas.

Ambil atau tidak? Saya ambil hanya penanya saja. Karena lucu aja buat dikenang pernah nginep di sini. Dan lumayan kan pena selalu dibutuhkan kapan aja. Kalau notepad kecuali dalam bentuk satu pad, bukan hanya beberapa lembar, maka akan saya ambil juga.


3. Air minum mineral
Emang dasarnya saya peminum air yang banyak, maka botol air mineral di hotel adalah satu hal yang saya harapkan selalu ada. Pengennya lagi sih ada tempat refill air minum di hotel kayak Amaris - Cihampelas jadi botolnya bisa saya ambil kalau nggak bawa botol minum sendiri.

Ambil atau tidak? AMBIL! Namun tetap lihat lihat dulu karena hotel sekarang tidak melulu menyiapkan air minum gratis. Salah salah minum rupanya itu bagian dari mini bar. Ups!

4. Toiletries
Ah yang ini adalah godaan yang terbesar. Bawa bawa peralatan mandi itu malesin karena nanti basah & becek di tas. Nah kalau di hotel kan sudah ada dikasih kemasan yang kecil kecil. Lagian saya bukan tipe yang sensitif. Bisa pake shampoo dan sabun apa aja. Justru terkadang sabun hotel kok lebih wangi yah?

Ambil atau tidak? kalau sabun / shampoonya dalam kemasan kecil saya ambil buat trip berikutnya. Tapi sekarang udah banyak hotel yang pake sabun sampoo dalam kemasan mereka sendiri yang ditempel di dinding shower. Yah gak bisa diambil! Ya udah ambil aja yang lain sisir mini, alat cukur, hand body botol kecil, plastik sanitary pad, lalu apa lagi...apa lagi.

Gratisan yang tidak terlewatkan
5. Makan pagi
Emang dasar nggak mau rugi yah, makan pagi di hotel biasanya nggak mungkin dilewatkan. Nah kalau masih laper mata, biasanya saya suka ngutil beberapa roti untuk perjalanan.

Ambil atau tidak? tergantung. Kalau enak, ambil! Pernah juga saya di bandung ngembat roti roti di hotel agar si supir saya bisa nyemil buat di jalan. Nggak perlu bawa bawa tempat makan, ambil saja tisu buat alas :)

6. Map/ brosur
Tidak semua hotel menyediakn map / brosur daerah / tempat wisata.

Ambil atau tidak? pasti saya ambil bahkan ini item wajib yang harus saya bawa pulang buat referensi menulis.

7. Tisu
Nah ini awalnya nggak pernah berpikir sampai saya bawa pulang tisu gulung. Ceritanya kalau di Indonesia, masuk toilet terkadang mereka nggak menyediakan tisu ditambah saya suka lupa / nggak punya. Nah ketika check out hotel, sambil lirik lirik apa yang ketinggalan, saya liat tisu gulungnya masih banyak, yah udah buat jaga jaga saya ambil dan akhirnya banyak berguna. Buat ke toilet, ngelap keringat, de el el.

Ambil atau tidak? Ambil! Apalagi biasanya hotel memberi satu lagi tisu roll gulung baru, langsung deh dimasukin tas. Tapi kalau yakin nggak bakal digunakan, ya nggak di ambil juga.

Dari browsing - browsing ternyata yang ngutil ini contohnya bisa banyak dan ekstrem loh! Saya si tentunya tidak pernah bertindak sejauh itu kayak mengambil handuk yang jelas jelas tentu bernilai mahal dan ya elah ngapain juga?

Okay, jadi Please saya jangan dilaporin ke hotel hotel yah. :)
Ada yang punya kebiasaan seperti saya gak?
Atau ada yang anti-ngutil seperti saya dan berpikir "Ih, kayak nggak mampu aja sih!"?

Friday, February 6, 2015

Voluntourism di Wakatobi


Lahir dan besar di kota yang tidak bersinggungan dengan laut membuat saya tidak mengetahui nikmatnya menghabiskan senja di pantai atau berleyeh leyeh sambil terkantuk kantuk dibuai angin sepoi sepoi. Hingga suatu saat saya mengenal Wakatobi.

Ketika itu tahun 2010, traveling belum se-booming sekarang. Wakatobi juga lebih banyak dikenal dari buku Geografi atau majalah jalan jalan saja. Begitupun bagi saya. Tak pernah terpikir akan menginjakkan kaki di salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara ini. Kedatangan saya bersama 34 pemuda pemudi lainnya disambut antusias warga. Kedatangan rombongan kami memang istimewa karena bukan dalam rangka plesir melainkan ingin mengabdi dan membantu Wakatobi. Bagi masyarakat, tentu mereka senang senang saja apalagi karena setengah dari rombongan kami adalah bule Australia yang cantik dan cakep cakep.
"Mister..mister" seru anak anak kecil itu mengikuti teman bule kami kemana saja. Tidak peduli itu cewek atau cowok cuma satu kata sapa itulah yang dikenal anak anak.

Salah satu pantai di Wakatobi
Saya dan beberapa teman lainnya sepakat membentuk divisi pariwisata karena melihat potensi Wakatobi yang belum banyak dikenal. Nama wakatobi berasal dari gabungan pulau pulau besar di kabupaten ini yakni Wangi-wangi[WA], Kaledupa[KA], Tomia[TO] dan Binongko[BI]. Selain itu, wakatobi seringkali juga disebut dengan kepulauan tukang besi karena banyaknya penghasil pengrajin besi yang masih bekerja secara tradisional. Salah satu objek wisata unggulan di Wakatobi adalah wisata bahari. Tidak mengherankan karena Wakatobi terdiri dari 97% lautan dan merupakan salah satu tempat dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Di Wakatobi sendiri terdapat sekitar 90an lokasi dive spot.

Salah satu tempat favorit saya di pulau wangi wangi (atau disebut juga wanci) adalah pantai waha. Pantai ini dapat dicapai dengan mudah dari wanci menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (angkot). Jarak tempuhnya sekitar 30 menit dari pusat kota  Wanci. Pantai waha yang sangat terjaga kebersihannya ini dinisiasi pada akhir tahun 2009 serta dikelola oleh Waha Tourism Community (WTC) atas dukungan COREMAP dan pemerintah kabupaten Wakatobi. Tidak tanggung tanggung mereka juga mengadakan kegiatan penyuluhan ke masyarakat serta menanggulangi jika adanya terumbu karang yang rusak. Hebat!
Pihak pengelola pantai waha juga menyediakan tenaga pengajar yang akan siaga mengajari kita. Jika tidak membawa peralatan snorkeling, anda cukup morogoh kocek sebesar Rp.40.000 (harga tahun 2011) untuk biaya menyewa peralatan snorkeling selama satu jam beserta pelatih anda. Di pantai ini jugalah saya pertama kali snorkeling. Setibanya disana, saya terkesima oleh keindahan laut serta kegembiraan anak anak kecil wakatobi. Kehidupan anak anak wakatobi sangat dekat dengan laut. Tidak heran karena disinilah suku pengembara lautan yang lebih dikenal dengan suku bajo berasal. Anda dapat menjumpai anak anak kecil usia sekolah dasar berenang hingga menyelam ke dalam laut tanpa bantuan alat apapun. Mereka juga memiliki kemampuan menahan napas yang panjang. Sepertinya bakat perenang sejati telah ada sejak mereka lahir. 


Pantai Waha - Dari jauh aja bening

Ujung-ujungnya, niat hati ingin banyak membantu Wakatobi, namun sebenarnya justru Wakatobi-lah yang banyak memberikan saya pelajaran. Bagaimana mereka membuka hati dan rumahnya untuk saya yang orang asing ini, kearifan lokal yang mencerminkan nilai nilai hidup serta betapa indahnya jika kita bisa menerapkan voluntourism.

Eits ada yang belum tahu apa itu voluntourism?
Mudah saja berasal dari gabungan dua kata.
Volunteer = mengerjakan sesuatu dengan sukarela
Tourism = pariwisata
Jadi kalau disingkat jadinya wisata yang menitikberatkan pada kegiatan membantu untuk daerah tersebut. Tidak mesti para wisatawan yang datang harus menyumbang buku atau membuat acara bersih desa tetapi beberapa hal kecil bisa dilakukan untuk mencoba konsep voluntourism. Beberapa cara praktis menurut hemat saya justru akan sangat membantu masyarakat secara langsung seperti contohnya :
1. Eat Local
Salah satu dari esensi jalan jalan adalah mengenal suatu daerah baru salah satunya dari makanan khasnya. Makanan wakatobi cenderung berupa seafood karena kekayaan bawah lautnya. Jadi jangan sampai tidak pernah mencoba kasuami dan lain lain.

Bersama warga memasak dengan teknik bakar batu
2. Buy Local
Jika memungkinkan membeli kebutuhan sehari hari melalui pedagang lokal sangat disarankan. Hitung hitung anda telah membantu ekonomi lokal. Begitu juga ketika ingin membeli oleh oleh khas wakatobi, dengan membawanya kembali ke daerah asal kita telah membantu dalam hal mempromosikan Wakatobi.

3. Mingle with Local
Ketika jalan jalan, ingatlah selalu berinteraksi dengan penduduk lokal. Mulai dari yang simpel seperti menyapa dan berbincang bincang. Pengalaman saya masyarakat Wakatobi sangat ramah dan terbuka kepada orang asing. Mereka juga punya rasa ingin tahu yang besar. Jadi ibaratnya bisalah anda menjadi "jendela dunia" bagi mereka mereka yang mungkin masih memeliki akses informasi yang sedikit dan terbatas. Lagian bergaul dengan lokal itu sejatinya banyak untungnya. Di kasih tau tempat makan enak murah yang nggak turistik, diajak jalan dan dikasih tau info info yang hanya masyarakat lokal tau. Selain itu, ketika bergaul jangan lupa "pasang kuping" jika ada masyarakat yang curhat mengenai kendala / masalah yang sedang dihadapi. Kalau bisa menolong yah bagus banget bukan?

Bermain sepak bola bersama di sore yang indah

4. Jaga kebersihan
Tidak semua daerah punya petugas kebersihan yang selalu stand-by. Jadi ketika anda ingin melemparkan bungkus makanan, botol minuman, pikirkan lagi emangnya kamu sendiri mau jika rumahmu dikotori oleh tamu? Pastinya nggak kan. Jika tidak bisa membantu membersihkan, yah paling tidak nggak mengotori saja. Mudah kan?

Ada lagi yang mau nambahin? Apakah sudah ada yang menerapkan voluntourism pada perjalanannya?

----
AIYEP adalah program pertukaran pemuda antara Indonesia dan Australia yang merupakan kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama pemerintah Australia (DFAT). Salah satu program kerja AIYEP adalah menempatkan ke 36 pemuda dari berbagai penjuru Indonesia dan Australia untuk melakukan community development atau bakti sosial kepada suatu daerah yang ditunjuk. Pada tahun 2010-2011 grup saya sangat beruntung di tempatkan di salah satu Surga dunia di Indonesia, yakni Wakatobi. Grup AIYEP terdiri dari beragam divisi yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, olahraga dan pariwisata. Saya dan divisi Pariwisata selama hampir dua bulan memfokuskan diri untuk menyiapkan Wakatobi akan lonjakan wisatawan dalam negeri dan luar negeri dengan memberikan pelatihan bahasa inggris, menyiapkan homestay di rumah rumah warga, membersihkan pantai serta menyumbangkan tong sampah serta membukukan keindahan Wakatobi dalam sebuah ebook yang dapat diunduh di sini :


Selepas membersihakan sampah di Pantai Sousu - Wakatobi bersama masyarakat
Baca juga liputan media mengenai voluntourism yang kami lakukan :
Australian Embassy Indonesia Okezone TempoBahasaInggris Rmol Tempo
Video liputan kegiatan kami oleh kangguru

Friday, January 23, 2015

Kelakuan Penumpang pesawat yang nyebelin

Hal hal kecil dalam perjalanan sering kali menjadi hal yang terlupakan mana kala kita fokus pada sesuatu yang lebih besar. Padahal, terkadang justru hal kecil yang kita lakukan tanpa disadari menimbulkan manfaat / kerugian yang besar pada diri kita...jika tidak mungkin bagi orang lain.

Semoga nggak ketemu penumpang menyebalkan
Nah salah satunya tuh kelakuan kita sewaktu menggunakan pesawat terbang. Apakah anda pernah merasa semua orang menatap sinis kepada anda atau malah membuang muka ketika diajak bicara? mungkin anda perlu intropeksi sendiri karena anda itu nyebeliiiin banget kalau melakukan hal seperti ini :


1. Tidak mematikan HP
Tidak mengindahkan aturan keselamatan penerbangan itu bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga semua orang. Bayangin ntar kalau pesawat jatuh gara gara sinyal HP, yang celaka kan semua orang? Hiii! Biasanya saya sih melototin itu orang aja berharap dia sadar atau kalau sudah kelewatan, coba ditegur baik baik. Saya juga berharap para awak kabin juga berani tegas dengan penumpang bandel seperti ini. Kalau masih juga, saya sumpahin Hpnya masuk ke dalam lobang toilet!

2. Datang terlambat
Udah tau maskapai Indonesia itu kadang hobi mundur dari jadwal, jadi tolonglah jangan diperlambat lagi dengan keterlambatan kita. Nggak mau kan masuk ke pesawat sambil diplototin semua orang yang sudah masang seat belt sambil disumpahin dalam hati "Kenapa nggak ditinggalin saja sih dia?"

3. Menendang atau menekan kursi di depan
Duh kecuali bayi atau anak kecil, saya suka tidak paham dengan kelakuan orang macam gini. Ada yang suka duduknya aneh bin ajaib sehingga harus menendang nendang kursi depan yang tentu saja rasanya nggak asik.

4. Ngomong terlalu berisik
Bepergian bersama pacar / keluarga / teman tentunya mengasikkan bisa sambil ngobrol. Ngobrol loh yah bukan cekikikan nggak jelas yang bisa membangunkan satu pesawat.

5. Terlalu wangi / terlalu bau
Karena akan berada bersama sama dalam satu tempat dalam jangka minimal sejam, maka urusan bau-bauan mau tak mau jadi kepentingan umum. Jika dirasa punya masalah bau badan/ kaki / mulut, segera ambil antisipasi sebelum teman sebangku pingsan. Pemakaian deodoran, parfum tentu sangat disarankan tapi yah harus lihat lihat juga jangan sampai sebotol. Karena gimanapun keringat bercampur minyak wangi di ketiak akan tetap menimbulkan aroma yang bikin mules.

6. Barang bawaan yang terlalu banyak
Idealnya yah kalau sudah masuk pesawat hanya ada satu tas kecil / ransel ditambah tas tangan deh dan jaket. Jangan demi ngirit biaya bagasi semua barang dinaikkan. Kan kasian yang gak kebagian jatah dan harus masukin di bawah kursi. Dan harap diingat juga kapasitas maksimumnya yang bisa kita angkat sendiri ke atas. Boleh sih minta tolong yang sopan dengan awak kabin, tapi kalau sampai 3 koper yah males juga kali.

7. Menghidupkan Hp terlalu cepat
Nih biasanya se-tipe dengan yang gak rela matiin HP. Kenapa yah? yayang yang menjemput kan bisa menunggu dulu 5 menit aja nggak ngaruh kok.

8. Mengambil barang sebelum waktunya
Ini sama juga dengan poin di atas. Roda pesawat baru mencium landasan, ada aja yang udah buka seat belt dan langsung buka bagasi atas. Apakah segitu tergesa gesanya hidupnya?

9. Tidak antre saat keluar
Nah masih setipe dengan yang di atas nih, biasanya mereka yang langsung berdiri mengambil barang langsung aja main serobot ke depan agar cepat keluar dari pesawat. Padahal kan harusnya biar tertib yang keluar duluan tentu barisan lebih depan. Situ duduk belakang? Sabar!

Kelakuan di atas bagi saya sungguh tak bisa dimaafkan dan ganjarannya sepadan dengan disuruh duduk di sayap pesawat aja hehheh

Tapi, ada juga loh kelakuan yang bagi beberapa orang menyebalkan, tapi bagi sebagian lagi mungkin tidak begitu. Jadi hal di bawah ini subjektif yah contohnya :

1. Mengajak ngobrol jelas jelas saya tidak berminat
Biasanya dalam perjalanan saya banyak menghabiskan waktu untuk membaca majalah, bengong, menulis atau sibuk sendiri. Memang sih terkadang asik juga ngobrol dengan orang di sebelah kita. Namun jika saya sudah mengambil posisi mata terpejam dan hanya menjawab pendek dan seadanya, itu sudah tanda lampu merah saya sedang tidak ingin diganggu.
 
2. Menguasai dudukan tangan.
Kecuali anda duduk di samping jendela, boleh dong tangannya nggak di dudukan kursi selamanya. Apalagi nih kadang ada yang sampai tangannya menyenggol ke badan saya atau sudah saya rasa menganggu privasi saya.

3. Menurunkan sandaran kursi
Ini juga saya rasa perlu minta izin terlebih dahulu dengan melihat keadaan yang duduk di belakang. Kalau yang duduk aja udah merasa kesempitan, ya jangan dong.

4. Duduk dekat Toilet
Saya suka parno aja kebayang mencium aroma aroma yang tidak sedap.

5. Duduk di tengah
Mendingan di samping lorong deh sehingga saya bisa leluasa ke kamar mandi tanpa menganggu penumpang sebelah saya.

6. Tidak menjaga kebersihan toilet
Toilet kotor bisa bikin saya menahan urusan buang hajat. Sebeellll!

7. Membawa makanan berbau tajam
Walaupun saya termasuk tipe yang selalu membawa makanan ke kabin, itupun biasanya makanan kemasan seperti snack atau nasi / mi goreng yang saya rasa tidak akan menganggu anda. Sumpah nasi nya nggak pakai sambal dan pete kok :D


Apa lagi yah kira kira kelakuan penumpang yang membuat penerbangan jadi tidak asik?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...