Wednesday, May 22, 2013

Kemegahan Candi Prambanan

Candi Prambanan yang dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang adalah salah satu objek wisata yang HARUS dikunjungi selama berada di Yogyakarta. Kalau naik transjogja dari Malioboro, maka berhenti di pemberhentian terakhir. Tahun 2011 saya kesana, belum diberlakukan peraturan memakai sarung seperti di candi borobudur. Namun baru baru ini teman saya berkunjung ke sana dan rupanya sudah diharuskan menggenakan sarung yang motifnya sama persis dengan sarung di Candi Borobudur yang hitam putih itu. Katanya sih karena sekarang manajemennya sama.

Candi Prambanan merupakan komplek candi Hindu terbesar di Indonesia dan masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Di dalam area candi, terdapat 3 candi besar dan utama yakni candi Siwa yang terletak di depan, ukurannya paling besar dan berada di antara dua candi besar lainnya yakni candi Wisnu dan Brahma. Sisanya ada juga candi candi kecil di sekitar area yang jika ditotal ada sebanyak 240 candi. 

Komplek percandian Prambanan

Gerbang utama komplek Prambanan

How big it is!
Satu kata yang berbekas dari perjalanan saya berkeliling candi ini ialah : Megah. Dari jauh saja kita sudah bisa melihat kemegahannya. Bahkan ketika Jogja dilanda gempa, candi yang berwarna abu abu dari abad ke 9 masehi ini tetap berdiri dengan kokoh. Palingan hanya tertutup abu volkanik dari Gunung Merapi.

Berkeliling di area ini, saya juga sambil memperhatikan kelakuan para pengunjung. Tidak hanya turis dari dalam negeri, tetapi beberapa juga ada orang asing. Bila orang asing, biasanya mereka ditemani oleh guide. Kalau wisatawan dalam negeri, jarang ada yang begitu. Tanya Kenapa?

Pemandangan berikutnya yang sangat lazim dilihat adalah orang asing yang dihampiri oleh wisatawan dalam negeri untuk sekedar bercakap cakap melatih bahasa inggris maupun sekedar minta foto. Kejadian ini persis juga terjadi kepada saya. Ketika itu saya datang bersama cece(kakak perempuan red) saya. Di depan kami ada gerombolan anak muda (sepertinya masih seumuran anak sekolah) yang berbisik bisik melihat kami. Ketika mereka mendekat, rupanya mereka mau minta foto dengan saya karena dikira turis asing dari jepang/korea. Hahaha cece saya sih cuma ngikik aja dan memfotokan saya bersama mereka. Saya juga hanya diam saja dan selebihnya menggunakan bahasa inggris untuk menutupi kedok saya yang sebenarnya. Hehehhe

Tuesday, May 21, 2013

Belajar membatik di Kampung Batik Kauman Solo

Salah satu andalan oleh oleh dari kota solo adalah batiknya. Jika anda berbujet tipis, pasar klewer dan PGS (Pusat grosir Solo) adalah pilihannya. Jika bujet anda lumayan dan menginginkan suasana yang nyaman, berbelanjalah di kampung batik yang terkenal di solo, antara lain kampung batik kauman dan kampung batik laweyan.

Salah satu kampung batik favorit saya adalah kampung batik kauman karena lokasinya lebih dekat pusat kota. Di sini, terdapat banyak toko toko kecil batik yang berjajalan dalam gang sempit. Kalau pakai mobil, agak ribet karena lorongnya sempit. Mau cari parkirnya pun susah. Mungkin lebih baik diletakkan di luar komplek lalu berjalan kaki sambil window shopping menyusuri toko toko batik home industry yang berjumlah puluhan toko.

Kampung Batik Kauman
Salah satu toko batik tersohor di kampung Kauman adalah toko miliknya Gunawan Setiawan. Toko ini berada di tengah kampung dan termasuk yang paling megah. Dengan arsitektur rumah jawa serta banyaknya hiasan jawanya, bikin toko batik ini makin cantik. Setiap sudutnya bikin saya pengen foto foto. Sayangnya nggak boleh --___--

Workshop Batik Gunawan Setiawan

Toko batik Gunawan ini menyediakan aneka produk batik (aksesoris, pakaian) yang lengkap dengan harga yang masih terjangkau. Seperti teman saya yang akhirnya membeli dompet dompet batik mini di sini, karena telah di riset ke Javenir serta ruah batik lainnya, harganya murahan di sini loh!

Selain itu, daya tarik dari toko ini karena di belakang toko ini tersedia workshop membatik. Para pengunjung dapat belajar membatik langsung dengan kain dan motif yang telah tersedia dan hasilnya bisa dibawa pulang. Harganya yakni Rp.100.000 (kalau tidak salah). Tapi datangnya senin-sabtu dan jangan kesorean yah.

 Berikut tempat workshop-nya :

Tempat bikin batik
Gentong untuk mencelup kain batik
Sayangnya dua kali ke sini dua kali pula saya tidak bisa ikut. Kali pertama karena udah sore, para pengrajinnya sudah pulang. Kali kedua karena hari minggu, tidak ada kegiatan membatik. Err! kalau ada teman teman yang ke sana membatik, saya nitip satu yah :)


Monday, May 20, 2013

Alun Alun Jogja di Malam Hari

Jogja dan Solo memiliki banyak hal yang sama. Keraton, budaya, makanan serta orang orangnya yang sangat ramah. Mungkin hal ini dikarenakan lokasinya yang berdekatan. Satu lagi hal yang sama di antara kedua kota ini adalah mereka menyajikan wisata malam dengan cara bersepeda. Jika di Jogja lokasinya di alun alun selatan, di solo lokasinya di Gelora/Manahan (dari tepi jalan sudah kelihatan terangnya)

Ada apa di alun alun Jogja & Solo di malam hari?
----> ada sepeda sepedaan unik yang bisa disewa.

Emang sepedanya gimana sih?
----> sepedanya itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa buat senang senang dan lucu lucu. Tempat duduknya beraneka ragam. Ada yang buat berdua hingga buat serumah. Ada yang pake musik, ada yang pake musik manual (baca:nyanyi sendiri). Yang sama kesemuanya dihiasi lampu berwarna warni dan bercahaya. 

Berapa tarifnya?
----> Rp.20.000 (Solo dan Jogja) jika harganya belum berubah yah.

Berapa lama?
----> Nah yang ini pintar pintar kita nawar deh. Kalau di jogja karena alun alunnya tidak begitu besar, paling cuma 3x putar. Kalau di solo, saya dan teman teman "nyasar" karena sok tau dengan rute yang diberikan. Jadinya kami dapet jatah waktu yang lumayan lama. Ada deh setengah jam sepertinya.

Kalau nggak mau?
Boleh kok duduk datang aja sambil liatin yang lainnya. Bisa juga nongkrong di angkiran sekitar sambil menikmati wedang ronde. Kalau gak mau juga, tolong kasih tau aja ke temannya yang mau yah :)


Aneka sepeda berjajar menunggu penumpang di Alun Alun Selatan Jogja

Sunday, May 19, 2013

Pasar Triwindu alias Pasar Antik Solo

Tak heran rasanya bila pasar triwindu solo lebih populer disebut dengan pasar antik. Barang barangnya itu loh. Semuanya antik, unik, lama, bekas, penuh kenangan dan membuat saya mampu mengingat berbagai momen dulu dulu. Berasa masuk ke mesin waktu Doraemon yang setting waktunya di zaman 90an.

Suasana pasar antik yang beralamat di Jl.Diponegoro - Keprabon (tak jauh dari keraton Mangkunegaran) ini jauh dari gambaran pasar pada umumnya. Tidak banyak keramaian. Tidak becek dan bau. Tidak juga gosong terkena matahari karena berada dalam gedung terbuka. Dan buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Iya deh kalau bukanya sampai malam, mungkin bakal sepi karena suasananya jadi serem!
Pasar antik solo
Pasar antik solo yang konon berdiri di tahun 1945 ini pun bangunannya juga antik. Dari depan pasar, kita disambut dengan dua patung besar loroblonyo ( patung pengantin cewek cowok dalam posisi duduk yang biasa ada di Jawa yang melambangkan kesuburan dan kebahagian) dan ada juga topeng kayu di sisi baratnya. Lumayan buat tempat narsis dulu!

Bangunan pasar antik ini terbuat dari kayu dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dipenuhi dengan kios kios yang menjual aksesoris, pajangan, buku atau apapun deh yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya. Saya suka terkagum kagum sendiri menemui barang yang saya lihat. Misalnya tusuk konde eyang zaman dulu dan berbagai perhiasan yang mungkin sudah tidak eksis lagi di toko emas tapi tergantung di sini. Walaupun terselimut dengan debu, pancaran warna kuning emasnya masih cantik. Mbak mbak penjual meyakinkan saya kalau kualitasnya memang masih bagus. Tinggal dicuci saja. Saya juga melihat kumpulan foto hitam putih yang jadul banget sampai fotonya sudah lengket satu sama lain. Terus kepikiran apa ada yang membeli foto foto ini yah? mungkin bagi seseorang yang ingin menelusuri jejak keluarganya, boleh nih diliat dulu koleksi fotonya.

Melihat begitu banyak aneka barang antik, saya jadi bertanya tanya dari mana benda benda ini didapatkan. Si mbak penjual mengatakan bahwasanya sebagai penjual, dia juga pembeli benda benda antik dari masyarakat sekitar. Atau bisa juga melakukan barter.

Konon menurut sumber, ada juga beberapa barang milik keraton yang dapat dibeli di sini. Barang tersebut biasanya merupakan hadiah kepada abdi dalem keraton dan lantas dia jual kembali ataupun didapat dari kerabat keraton. Wiih maka kita harus pintar pintar hunting barang antik. Namun jangan sampai ketipu yah. Ada juga beberapa barang yang sebenarnya bukan barang bekas (alias baru) namun juga di jual di sini. Nah sekali lagi kita juga harus jeli melihat barangnya!

Di lantai dua, suasana makin sepi karena mayoritas lapak di sini menjual alat alat besar dan alat alat otomotif kuno yang sudah tidak ada di pasaran. Mungkin keadaannya justru mirip bengkel kalau menurut saya. Ada juga dijual furniture furniture kuno yang digunakan segerombolan bapak bapak untuk duduk kongkow kongkow, menyeruput kopi, memandangi barang barang antiknya sambil terkenang masa lalu yang indah. Hmmm!

aneka barang yang mengejutkan

BIG Teddy bear

Nampan zaman nenek gue neh!

satu buku full koleksi perangko jadul. What a treasure!
Yuk berburu harta karun zaman dulu di pasar antik Solo, bisa jadi alternatif oleh oleh yang spesial loh!

Friday, May 17, 2013

Oleh Oleh Solo? Di Javenir aja!

Sebenarnya saya sudah jarang membeli oleh oleh. Berbagai alasan yang mendukung antara lain, males, gak tahu mau beli apa, sudah sering ke tempat itu, bokek, males bawa hingga gak ada oleh oleh yang menarik.

Keluarga juga tidak pernah meminta oleh oleh. Kecuali beberapa hal seperti adik saya penggila Roti boy, maka sebagai kakak yang berbakti baru deh saya beliin.

Untuk tempat oleh oleh, saya selalu menghindari tempat yang melakukan transaksi dengan tawar menawar. Bukan hanya karena saya gak bisa nawar, kadang juga nggak tega sama penjualnya secara saya tidak tahu batasan murah dan mahalnya berapa rupiah. Alih alih, yang ada malah saya dapat barangnya kemahalan. Jadi mendingan saya cari amannya saja. Cari tempat oleh oleh yang menjual barang lengkap, murah, aman dan harga pas. Oleh karena itu, ketika di bali, saya tidak mampir ke pasar Sukowati lagi tetapi langsung meluncur ke Joger saja.

Nah ketika di Solo, saya juga mendapatkan tempat oleh oleh seperti yang dimaksud di atas yakni Javenir. Toko oleh oleh khas Solo ini tidak terlalu luas luas namun cukup lengkap. Oleh olehnya tidak hanya produk dari solo sepertinya, tapi juga Jawa. Ada blangkon, batik, gelang gelang kayu seperti di Jogja, makanan khas dan peralatan rumah tangga juga ada. Saya sempat membeli sepatu flat dari batik. Kualitasnya terlihat baik, enak dipakai, nyaman dan unik! harganya juga ekonomis. Lalu saya membeli aneka cincin yang terbuat dari kayu dan manik manik. Tentunya yang ukurannya jumbo. Harganya tidak lebih dari Rp.10.000/biji loh!

Jualan Javenir
Design toko Javenir yang unik

Yang kurang berkenan dari Javenir hanya satu yakni tempat parkirnya kurang luas. Padahal sering ada bus bus gede pariwisata yang datang.

Buat yang mau cari oleh oleh di Solo, mampir ke Javenir yah!
Alamat : JL.Adi Sucipto Jajar 99 Solo
Telp : (0271) 723573

Wednesday, May 15, 2013

You are addicted to travel!

If you checked half of this list, you might enjoy travel too much. Here's the signs :
1. Traveling is your lifestyle.
2. When you date him/her, you see the compatibility from whether he/she could be the perfect travel mate.
3. You know neighbor's city more than you know your hometown.
4. Tourist is silly, nomad is gorgeous.
5. Cut my hair simply because dont want to bring a big bottle of shampoo every time on the road.
6. Couchsurfing is the best social media. Facebook? not so.
7. You subscribed to every budget airlines newsletter.
8. Every new year, you count all the public holidays and your leave (if you are working).
9. You hope for the diving gear for your birthday gift.
10. Your diary consist of your (detail) trip to South Africa.
11. You bring home the key chain from Japan.... five years ago.
12. Claim myself the master of packing.
13. Its easier to step in the hostel rather than mall.
14. The only regret you hold is "i wish i start travel in younger age".
15. You never updated your song list anymore because you are far away from internet connection.
16. The highest achievement in your life measure by the height of your trekking journey.
17. Your made your own quote "Not travel? Are you f*cking kidding me!".
18. You pray the most when you are lost.
19. Your make up kit and toiletries always in your handbag. Who knows what might be happens next.
20. You follow and followed by the taxi's driver in Bali.
21. The best job in the world : Travel Writer.
22. You know how to say "Toilet" in different languages.
23. You allergic to seafood, but it doesn't stop you from trying a local crab. Just a bit.
24. You considered a bungee jump as a sport.
25. Amazing Race is never been better.
26. You see the foreigner as your old buddy.
27. Wake up in the morning with the question "Where am i?"
28. It is no longer fancy to travel with airplane.
29. My to do list for today : Re-new my passport.
30. Plan to build my own tour&travel service.
31. You always think the magazine should have the travel session than the beauty session.
32. Go to bookshop, only to buy the latest Lonely Planet edition.
33. It is not a sin for doing nothing in my vacation.
34. You feel home when you are away from home.
35. Favorite movie : Eat, Pray, Love.
36. Best described myself : Travel Junkie
37. Museum is not only for geek people.
38. Money is tight.
39. We cant change the fast, yet we never know the future. So why not travel now? Agree?
40. You read this post because you think you might be addicted. *Got you*

Add some of yours!

One Day in Bengkulu

Pesawat yang membawa saya pagi ini ke Bengkulu mendarat dengan mulus dan tepat waktu. Malah lebih cepat dari perkiraan. Saya tersenyum lebar manakala indra penglihatan dimanja dengan pemandangan hijau di sekeliling Bandara Fatmawati. Birunya langit serta terik matahari menjadi pertanda baik bahwa perjalanan di ujung barat pulau sumatera ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan. Yuk kita buktikan!

9.30 WIB : Rumah Kediaman Bung Karno
Petualangan hari ini kita awali dengan wisata sejarah di Rumah pengungisan Presiden pertama Republik Indonesia. Berlokasi di tengah bengkulu, Rumah lawas yang masih terjaga dengan baik ini tiket masuknya sangat murah meriah yakni Rp.2.500 per orang. Rumah dengan desain Tionghoa ini adalah tempat pengasingan Bung Karno oleh Belanda ketika tahun 1938. Di rumah ini, masih tersimpan foto foto jadul semasa hidup bung karno serta beberapa barang peninggalannya salah satunya yakni sepeda Bung Karno. Di belakang rumah juga terdapat sebuah sumur yang oleh masyarakat lokal dipercaya airnya berkhasiat. Berani coba?
Rumah Kediaman Bung Karno
10.30 WIB : Rumah Fatmawati
Selepas dari Rumah Soekarno, Jangan lupa mampir ke rumah istrinya Sukarno yakni Rumah Fatmawati. Apalagi lokasinya berdekatan yaitu sekitar 600 meter saja. Ibu Fatmawati juga terkenal sebagai wanita yang menjahit dan mempersiapkan Sang Saka Bendera Pusaka Merah Putih loh girls. Di dalam rumah kecil ini kita bisa melihat aneka macam koleksi pribadi Ibu Fatmawati Sukarno antara lain pakaian, mebel, foto foto dan lain lainnya.
Rumah Ibu Fatmawati Soekarno
11.00 WIB : Benteng Malborough
Bengkulu awalnya bernama Bencoolen karena pengaruh Inggris yang menjajahnya selama lebih kurang 140 tahun. Salah satu bukti bangunan Inggris yang masih berdiri kokoh dan tidak mengalami perubahan adalah benteng Marlborough. Nama benteng ini menggunakan nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I dan dibangun pada tahun 1714. Tepat di samping benteng, kita dapat menjumpai kawasan kampung cina  (Chinatown). Kawasan Chinatown ini ditandai dengan sebuah gerbang besar bewarna merah serta deretan rumah lama yang memiliki arsitektur khas cina yakni rumah yang umumnya memanjang ke arah belakang, bertingkat dua dan beratap lengkung. Nampak juga di jalan jalan chinatown dipasang lampion. Hanya saja kurang terawat dan sudah termakan oleh usia. 
Benteng Malborough
13.00 WIB : Berburu Bunga Rafflesia Arnoldii
Bengkulu memiliki sebutan Bumi Raflesia. Makanya, jangan sampai tidak berfoto dengan icon Bengkulu yang satu ini. Bunga langka yang berbau bangkai ini dapat dijumpai di sekitar kawasan cagar alam Taba Penanjung dengan menggunakan kendaraan bermotor sekitar 1 jam dari kota Bengkulu. Biasanya akan ada semacam papan pengumuman yang bertuliskan "disini ada Rafflesia" yang dibuat oleh masyarakat setempat. Mereka jugalah yang akan memandu kita untuk masuk ke hutan maupun menuruni bukit. Sebagai balasannya, cukup berikan seulas senyum manis, ucapan terima kasih dan uang kopi seadanya. 

Rafflesia Arnoldii
15.30.WIB : Monumen Thomas Parr
Monumen berbentuk tugu yang jaraknya sekitar 170 meter ini terletak di sebelah tenggara benteng Marlborough. Monumen dengan luas 70 meter persegi dan tinggi 13,5 meter ini ternyata punya kisah tragis loh. Alkisah Thomas Parr adalah penguasa Inggris di Bengkulu yang terkenal akan kekejamannya. Semasa memerintah, Thomas Parr menerapkan sistem tanam paksa untuk membuka perkebunan kopi di Bengkulu. Tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa penduduk Bengkulu yang melayang semasa itu. Hingga akhirnya pada tanggal 23 Desember 1807, rakyat Bengkulu menyerbu Mount Felix (bukit Palik) tempat peristirahatan Thomas Parr dan membunuhnya. Walaupun begitu, pemerintah kolonial inggris tetap menggangap Thomas Parr sebagai pahlawan atas jasa dan pengabdiannya sehingga didirikanlah Monumen ini pada tanggal 7 Januari 1808.
Thomass Perr
16.00 WIB : Rumah Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles
Thomas Stamford Raffles adalah Gubernur terakhir Inggris di bengkulu sebelum akhirnya penguasaan terhadap bengkulu ditukar oleh pemerintah kolonial belanda dengan Singapura. Bangunan Istana Gubernur ini sangat kental dengan corak arsitektur Eropa. Lihat saja tiang besar yang berjajar di sisi depan bangunan serta dinding tebal dengan bingkai jendela lebar yang merupakan ciri khas bangsa eropa pada masa itu. Sekarang bangunan ini merupakan kediaman gubernur bengkulu dan sering dijadikan tempat berbagai aktifitas pemerintahan. Tenang saja saya bukan merekomendasikan jalan jalan ke dalam rumah gubernur kok. Cukup sampai di depan pagarnya saja. Soalnya di halaman depan kantor gubernur Bengkulu ini kita bisa melihat puluhan rusa yang hidup secara bebas. Lucu kan? Mungkin ini salah satu terobosan pemerintah bengkulu karena tidak memiliki kebun binatang hehe. Ohya kita juga bisa memberi makan rusa rusa ini dengan buah buahan loh!
Halaman Kantor Gubernur Bengkulu
17.00 WIB : Pantai Panjang 
Terletak di pesisir barat pulau Sumatera, Bengkulu dianugerahi garis pantai yang sangat panjang. Tak heran kalau salah satu pantai yang terkenal disana namanya adalah Pantai Panjang. Panjangnya saja 7km. Di pantai ini kita bisa berjogging, bersepeda, bermain voli pantai maupun memancing. Hanya saja tidak disarankan berenang di pantai ini. Kalau biasanya di pantai lain kita menemukan pohon kelapa, di Pantai Panjang kita justru menemukan pohon pinus. Keunikan lainnya adalah pantai berpasir abu abu ini lokasinya tepat di belakang salah satu mall teranyar di Bengkulu yakni Bencoolen Mall. Asik kan? Puas bermain air, saatnya mengisi perut dan mencari oleh oleh. 
Pantai Panjang
 What a day in Bengkulu!